Sabtu, 23 Desember 2017

Kisah Umik, Ibu 8 Anak yang Bekerja Sebagai Sopir Dump Truk

cb017641-688d-4773-a2bf-87d9004a4448_169


Jember- Sekitar dua tahun sudah Sarifah Firdausi (38) menekuni pekerjaan sebagai sopir dump truk. Pekerjaan tidak umum dilakukan kaum hawa itu, dijalani Sarifah demi menghidupi 8 anaknya.

"Kurang lebih dua tahun saya jalani profesi ini. Namanya juga single parent, harus bekerja keras menghidupi delapan anak. Jadi harus dijalani meskipun penuh tantangan suka duka. Saya sudah mencintai, menyayangi, menyukai profesi dan dunia ini," kata wanita yang biasa disapa Umik ini kepada detikcom, Jumat (22/12/2017).

Perempuan kelahiran Situbondo 1979 ini mengatakan, memilih profesi sopir mobil dump truk selain untuk menghidupi atau mencukupi kedelapan anaknya, juga karena menyukai tantangan. Karena menjadi sopir, apalagi kendaraan truk, biasanya dilakukan oleh kaum kelaki dan tidak biasa dilakukan oleh ibu-ibu lainnya.

"Saya bisa bawa truk dari tahun 2008. Namun saya jalani profesi ini sejak cerai sama suami dua setengah tahun lalu. Karena kerja lain tidak bisa, sukanya bawa mobil dump truk ini. Di sini saya banyak saudara, teman dari yang muda hingga dewasa. Meskipun pulangnya terkadang tidak menentu, penuh risiko dan suka duka hidup di jalan, saya menikmati," jelas perempuan yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember ini.

Umik menerangkan, profesi yang dijalaninya sempat mendapat protes dari teman-temannya. Terutama karena dia seorang perempuan. Namun dia tetap bergeming dan tetap menekuni pekerjaannya sebagai sopir. Meski ada yang menilai negatif dan memandang sebelah mata, baginya driver juga merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

"Terkadang mereka menilai profesi driver itu selalu negatif, melihat sebelah mata. Namun saya buktikan kepada mereka, bahwa driver tidak seperti yang mereka tahu. Pekerjaan ini halal dan mulia sekali, tidak seperti yang mereka bayangkan," terang Umik.

Kisah Umik, Ibu 8 Anak yang Bekerja Sebagai Sopir Dump Truk

Foto: Istimewa

Dia menuturkan, kendala yang dialami karena menjadi sopir perempuan adalah ketika mengalami ban bocor. Sebab sering kali harus mengganti sendiri. Namun tak jarang dia juga dibantu sesama sopir yang melintas.

"Beruntung temanku seperjuangan baik-baik semua. Bila melihat saya ganti roda, mereka membantu mengganti rodanya. Tapi pernah juga saya mengganti sendiri rodanya saat bannya bocor. Siang itu memang saya tidak mau dibantu karena melihat teman lagi sibuk semua. Sehingga saat panas matahari rasanya kayak habis mandi. Basah semua, dari situ saya merasa jadi driver tidak semudah yang dibayangin," cerita Umik.

Umik menambahkan, truk yang dibawanya merupakan miliknya sendiri. Sementara order barang biasanya adalah batu dan pasir. "Mengantar ke mana-mana. Kadang juga ke luar kota," kata Umik.

Namin ketika pesanan tak bisa dipenuhi, dia memberikan kepada teman. Apalagi jika dia sedang ingin bersama anak-anaknya dan istirahat dari kesibukan kerja.

"Kalau waktu sepi, saya bisa libur beberapa hari. Bila banyak permintaan, terpaksa saya kasihkan ke teman untuk memuatnya. Karena saya juga punya tanggungjawab untuk menemani anak-anak di rumah," ucapnya

Sumber: Detik

Semoga postingan ini berkenan

Like + Komentar + Share ya ^_^

Like Fanspage Facebook: https://goo.gl/eE4wzE

Join Group FB - I Love Indonesia: https://goo.gl/TC6Z3W

Kunjungi Website Asemka Online-Portal Berita: https://goo.gl/3paGn4

Join Group FB - Komintas Otomotif: https://goo.gl/YiY3yr

Kunjungi Website ini bagi Anda yang menginginkan berita otomotif indonesia & kredit mobil:

https://kreditkerenbanget.org/

Terima kasih

Dari Jonghyun hingga Kurt Cobain, mengapa selebritas bunuh diri di puncak karir?


Media playback tidak ada di perangkat Anda

Banjir air mata di pemakaman Kim Jong-hyun

Kematian bintang K-pop Korea Selatan, Kim Jong-hyun yang dikenal dengan Jonghyun, menggegerkan dunia hiburan internasional. Kematiannya menambah daftar selebritas yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di puncak karir.

Joghyun yang masih berusia 27 tahun, meninggal dunia Senin (18/12) lalu, diduga karena sengaja menghirup gas Karbon Monoksida dari panggangan briket batubara.

Belum diketahui pasti apa alasan anggota boyband super-tenar SHINee ini mengakhiri hidup.

cover Hak atas foto Getty/Reuters

Namun, dalam catatannya, Jonghyun mengaku telah dilahap "depresi". Industri hiburan Korea Selatan memang dikenal akan "kontrak perbudakan" yang mengatur nyaris seluruh aspek kehidupan selebritas: mulai dari makan hingga pacar, di samping harus bekerja gila-gilaan sampai 18 jam sehari.

jong Hak atas foto AFP/getty Image caption Sebelum meninggal dunia, Jonghyun mengirim pesan berbunyi "ini perpisahan terakhir saya", kepada saudarinya.

Namun, Joghyun bukanlah orang tenar pertama yang bunuh diri di kala popularitas masih melambung tinggi.

Pada Agustus 2014 lalu, aktor peraih Oscar, Robin Williams, tewas gantung diri di rumahnya di Paradise Cay, California.

Sang istri, Susan Schneider, menyebut komedian berusia 63 tahun itu mengalami "kepikunan" yang membuat Williams, yang baru saja menyelesaikan syuting sekuel film box office Night at the Museum dan A Merry Friggin' Christmas, mengalami paranoia.

meninggal Hak atas foto Getty Images Image caption Komedian Robin Williams tewas bunuh diri sebelum peluncuran tiga film barunya.

Desainer papan atas dunia, Alexander McQueen, ditemukan gantung diri di rumahnya di London pada Februari 2010. Sahabat McQueen, seniman David LaChapelle, menyebut desainer yang merancang sepatu "armadilo" yang dipopulerkan Lady Gaga itu, "kecanduan narkoba dan sangat tidak bahagia".

Sebulan setelah kematiannya, karya terakhir McQueen, yaitu koleksi musim gugur/dingin 2010 diperagakan di Paris Fashion Week, koleksi yang disebut banyak kritikus sebagai salah satu "mahakarya" di dunia fashion.

queen Hak atas foto AFP Image caption Alexander McQueen dan sepatu armadilo-nya yang ikonik.

Lebih jauh lagi, musisi legendaris Kurt Cobain, yang bersama Nirvana telah menciptakan genre musik grunge, tewas setelah menembak kepalanya sendiri pada April 1994.

Orang terdekatnya menyebut Cobain mengalami kecanduan alkohol/narkoba, depresi dan ketidakstabilan emosi bahkan sebelum populer bersama Nirvana.

cobain Hak atas foto GEOFFREY SWAINE/REX/SHUTTERSTOCK Image caption Cobain baru berusia 27 tahun saat dia tewas pada tahun 1994 silam.

Sejumlah selebritis lainnya meninggal dunia karena keracunan pil tidur, narkoba atau alkohol yang disulut depresi. Mereka di antaranya adalah Whitney Houston, Heath Ledger, Amy Winehouse dan Marilyn Monroe.

Populer tapi kesepian

Kepada BBC Indonesia, psikolog Roslina Verauli mengatakan bahwa para selebritas kerap disalahpahami. Mereka dianggap punya segala-galanya, padahal hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk bekerja, sehingga hidup mereka "penuh kehampaan".

"Apa yang bisa membuat kita bertahan sehari-hari? Jawabannya adalah kita punya keluarga yang bisa kita temui, teman yang betul-betul peduli sama kita, dan orang-orang yang bisa kita ajak bicara dengan mendalam. Sementara selebritis besar mati bunuh diri karena mereka sendirian," tutur Roslina.

jong Hak atas foto CHUNG SUNG-JUN Image caption Sang saudari memegang foto Jonghyun di depan peti matinya.

Dia menyebut, kehilangan relasi mendalam dengan orang dekat, tidak adanya waktu untuk diri sendiri dan bahkan untuk beristirahat, membuat sejumlah selebritas kehilangan "kontributor kesejahteraan emosional atas kebahagian".

Alhasil, "sebagian kebahagiaan" para pesohor hilang tergerogoti dan menjadi depresi.

Lalu bagaimana dengan fans yang mengelu-elukan mereka? Apakah hubungan antara idola dan fans memuaskan secara emosional? Menurut Roslina, relasi dengan fans, "dangkal" dan terkadang 'palsu'.

Fans hanya mengelukan mereka di depan panggung, tetapi ketika kembali ke kamarnya, para selebritis hanyalah individu tunggal yang kesepian.

Kesepian membuat pesohor rentan bunuh diri karena ditambah "tingginya tekanan pada mereka untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Sementara kendali mereka atas karyanya kecil. Bisa saja mereka sudah menghabiskan segala energi dan waktu, kemudian merasa sudah bikin karya bagus, tetapi fans bilang tidak. Ini bisa sangat melukai hati mereka."

Lebih tegas lagi, Roslina menyatakan orang yang sangat populer, termasuk untuk profesi di luar dunia hiburan, ambang frustasinya rendah.

Jonghyun Hak atas foto AFP Image caption Penggemar Jonghyun di Cile menaruh bunga di depan Kedutaan Korsel di Santiago.

"Misalnya ketika album pertama mereka laku sejuta kopi, lalu yang kedua cuma 500 ribu kopi, itu bikin frustasi. Orang awam kan mengiranya masih banyak. Namun, buat dia ketika tidak diapresiasi seperti yang diharapkan, ada penurunan jumlah fans, atau perubahan respons orang atas karyanya, itu bisa bikinfrustrasi dan depresi."

'Segitiga Monster'

Popularitas dan kekayaan yang dimiliki para orang terkenal membuat mereka juga lebih gampang mengakses materi yang berpeluang membuat dorongan untuk melakukan bunuh diri semakin besar. Alkohol dan narkoba adalah dua di antaranya.

Kepala koordinator organisasi yang fokus menghapus stigma soal bunuh diri, Into the Light, Benny Prawira, mengungkapkan kecanduan alkohol atau narkoba, depresi dan perilaku bunuh diri, "memiliki hubungan yang sangat kompleks". Benny menyebut ketiga unsur itu sebagai "segitiga monster".

BERITA Hak atas foto EPA/YONHAP Image caption Penyelidik meyakini Jonghyun meninggal dunia akibat menghirup zat beracun dari briket batubara.

"Kita harus tahu dalam setiap kasus bunuh diri yang mana yang muncul duluan. Kadang, si selebritis itu awalnya tidak menggunakan zat (alkohol/narkoba), tetapi karena tuntutan kerja dia akhirnya depresi dan mulai mengkonsumsi zat. Mungkin awal-awal membantu, tetapi ketika kecanduan, efeknya bisa menimbulkan gejala bunuh diri."

Di sisi lain, Benny menambahkan bisa saja seorang selebritas itu menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol karena zat itulah yang dalam pergaulan mereka, diklaim "ampuh mengatasi stress pekerjaan".

Penggunaan narkoba berpotensi mempengaruhi kesadaran dan mengubah mood dan bisa berujung depresi dan berakhir bunuh diri.

Kepada BBC Indonesia Benny mengatakan bahwa tekanan yang dialami para selebritas tidaklah gampang. Kerja keras yang mereka lakukan hingga mencapai puncak karir, kerap tidak berbalas kebahagiaan malah berujung kesepian, seperti yang disampaikan Roslina.

foto Hak atas foto Getty Images Image caption Duka sejumlah penggemar Jonghyun.

"Mereka memilih cara yang menyakitkan untuk mengakhiri hidup mereka, yang mungkin memang jauh lebih menyakitkan lagi. Karena ternyata kondisi lingkungan mereka, memang tidak sesehat yang kita kira, karena tuntutan kepada mereka juga memang banyak."

Roslina dan Benny meminta mereka yang berada di puncak karir untuk meluangkan waktu pulang ke keluarga, bertemu teman yang sebenarnya, karena semua manusia dinilai membutuhkan itu.

"Kita makhluk sosial dan kita baru bisa menjadi manusia yang utuh karena interaksi mendalam dengan orang lain," kata Roslina.

Sumber: BBC


Semoga postingan ini berkenan

Like + Komentar + Share ya ^_^


Like Fanspage Facebook: https://goo.gl/eE4wzE

Join Group FB - I Love Indonesia: https://goo.gl/TC6Z3W

Kunjungi Website Asemka Online-Portal Berita: https://goo.gl/3paGn4

Join Group FB - Komintas Otomotif: https://goo.gl/YiY3yr

Kunjungi Website ini bagi Anda yang menginginkan berita otomotif indonesia & kredit mobil:

https://kreditkerenbanget.org/

Senin, 08 Agustus 2016

Cinta Habibie Ainun yang Menginspirasi

Inspirasi dari Habibie

setelah menonton film yang diangkat dari True Story,  yang bisa menjadi inspirasi dan bisa di-share ke teman-teman semua
Kisah cinta yang menarik dalam rentang waktu kebersamaan selama 48 tahun 10 hari hingga maut memisahkan. Kisah ini diambil dari kisah nyata tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara . Kisah yang menceritakan perjalanan hidup Pak Habibie dan juga kisah cintanya dengan Ibu Ainun. Kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu, kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir.
Setting awal dimulai ketika Habibie dan Ainun masih remaja, mereka memang bersekolah ditempat yang sama dan gurunya kala itu sempat bergurau dengan mengatakan kalau sebenarnya mereka berjodoh tapi Habibie menyangkalnya, ia malah mengatakan kalau Ainun itu hitam, jelek, gendut, seperti gula jawa.
Tahun demi tahun pun berlalu, Habibie yang berkuliah di Jerman terpaksa harus pulang ke Indonesia karena penyakit Tubercolosis yang dideritanya. Tetapi dari situlah cerita cinta Habibie dan Ainun berlanjut. Habibie akhirnya dipertemukan kembali dengan Ainun lewat kue yang harus diantarkannya ke rumah Ainun.

Ainun adalah seorang dokter muda yang cerdas dan telah berubah menjadi gadis muda nan cantik yang membuat Habibie jatuh hati. Karena kecantikannya banyak pria yang menaruh hati padanya. Dan kebanyakan pria yang menyukainya adalah pria yang berpangkat dan kaya, tapi Habibie sama sekali tidak minder. Dengan santainya ia datang ke rumah Ainun dengan menggunakan becak sedangkan para pesaingnya itu kebanyakan bermobil.
Hebatnya, Ainun sendiri tidak silau dengan itu semua, ia lebih memilih Habibie karena Ainun percaya pada visi dan mimpi Habibie. Ketika dilamar oleh Habibie, Ainun pun berkata “Saya tidak bisa, saya tidak bisa berjanji akan menjadi istri yang sempurna untukmu. tapi saya akan selalu mendampingimu, saya janji itu”. Dan akhirnya mereka pun hidup bersama dalam ikatan cinta yang saling memiliki, menyayangi dan menjadi manunggal satu sama lain karena Tuhan.

Setelah menikah, mereka pergi ke Jerman. Ainun rela melepaskan karir dan cita - citanya agar tetap bersama dan mendampingi Habibie untuk mewujudkan semua impian Habibie. Disana Habibie menyelesaikan studi S3-nya namun perjalanan hidup tidak semuanya berjalan dengan lancar, banyak lika-liku yang harus dijalani pasangan baru tersebut, terutama berkenaan dengan biaya hidup dan tempat tinggal yang harus dipenuhi, salah satu diantaranya adalah ketika Habibie sama sekali tidak memiliki uang untuk pulang kerumahnya, dan harus berjalan ditengah badai salju dengan sepatu yang bolong sampai harus ditambal dengan kertas agar ia bisa berjalan kembali. Ainun yang melihat kaki Habibie yang terluka ketika sampai rumah, tak tega dan meminta Habibie untuk memulangkannya ke Indonesia agar bisa membantu meringankan biaya Habibie selama di Jerman. Tetapi Habibie menyakinkan Ainun bahwa“Setiap ujung terowongan pasti ada cahaya, dan saya janji akan membawamu ke cahaya itu”.
‘Dinegeri orang dipuji, dinegeri sendiri dicaci.’ Mungkin itu kalimat tepat yang menggambarkan kondisi Habibie saat itu. Habibie yang dihormati di Jerman, ternyata tidak dihormati dinegerinya sendiri. Mimpi Habibie untuk bisa membangun tanah air tempat ia dilahirkan, mengalami hambatan. Dengan terpaksa ia menerima semua itu dengan lapang dada dan bekerja di Industri Kereta Api di Jerman.

Ujian yang terberat adalah ketika Habibie mengetahui bahwa Ainun menderita penyakit, Habibie sedih dan meminta Ainun untuk melakukan operasi agar penyakitnya hilang dan sehat kembali. Sesuai dengan harapan Habibie, operasi pun berjalan dengan lancar dan Ainun pun sedikit demi sedikit keadaannya membaik.
Karena kegigihan dan perjuangan Habibie, sampai akhirnya Habibie memiliki kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpinya yaitu berharap bisa kembali ke Indonesia untuk membuat sebuah pesawat anak bangsa. Ia di beri kesempatan untuk membuat pesawat terbang dinegerinya sendiri. Setelah menjadi wakil direktur utma IPTN, kemudian ia diangkat menjadi menteri, kemudian menjadi wakil presiden dan akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto yang lengser dari jabatannya.

Setiap kesuksesan pasti ada pengorbanan. Kesuksesan Habibie yang ingin mengabdikan diri pada negara, berdampak pada keluarganya. Ia tak lagi sempat menghabiskan waktu dengan keluarganya, bahkan untuk dirinya sendiri pun tidak. Ainun sangat mengkhawatirkan keadaan Habibie yang tidur hanya 1 jam setiap harinya. Ainun marah karena Habibie tidak menghiraukannya dan Ainun pun berkata “Mana bisa kamu memimpin 200 juta rakyat Indonesia, jika memimpin tubuhmu sendiri saja tidak bisa!”

“kamu itu orang paling keras kepala dan paling sulit yang pernah aku kenal, tapi kalau aku harus mengulang hidupku lagi, aku akan tetap memilih kamu” … Ainun.
Seperti pepatah apabila semakin di atas maka cobaannya pun akan semakin bertambah, itupun yang di alami oleh Habibie dan Ainun. Ketika Habibie tak mencalonkan diri sebagai presiden di pemilu berikutnya, ia pun kembali ke Jerman bersama dengan Ainun. Disana mereka hidup lebih tenang dan damai. Tapi ketenangan dan kedamaian itu tak bertahan lama. Ainun kembali sakit dan divonis menderita kanker ovarium stadium 4, meski Ainun sedang sakit parah Ainun sempat menuliskan daftar obat yang harus di minum oleh Habibie.     

Ainun harus dirawat di rumah sakit dan menjalankan operasi berkali-kali. Jika dahulu Ainun yang harus senantiasa mendampingi Habibie dengan intensitas pekerjaannya yang tinggi, maka sekarang Habibie yang terus berupaya menemani, merawat dan menjaga dengan setia demi melakukan berbagai proses penyembuhan dan sampai akhirnya Ainun menutup mata untuk selama – lamanya.
                            
Mana Mungkin Aku Setia…
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti,dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataanbahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.“Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.”
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
(Bacharuddin Jusuf Habibie, Habibie dan Ainun)

Penggalan puisi ini merupakan ungkapan kehilangan yang sangat dalam dari Habibie saat beliau harus merelakan sang istri, Ainun untuk pergi menghadap Tuhan terlebih dahulu.

Banyak Pelajaran yang bisa kita petik dari Film ini dan bisa kita aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja antara lain :

1.  Setiap mimpi dan cita–cita apabila diyakini dan dilakukan dengan usaha yang sungguh–sungguh pasti akan membuahkan hasil yang maksimal, hal ini bisa kita aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja ketika mimpi dan cita-cita itu datang kita harus melakukan usaha yang terbaik untuk menggapai cita-cita dan mimpi tersebut dan yakinlah kita bisa untuk menggapainya. 

2.  Setiap Laki – laki yang hebat itu di-karenakan ada seseorang wanita yang hebat pula di belakangnya, serta dalam film ini kita diajarkan juga mengenai ketulusan cinta dan kesetiaan terhadap pasangan.

3.  Kesabaran dalam menjalani hidup dan menghadapi segala rintangan yang ada di depan. Jadi hal ini bisa diartikan seberapa-pun berat kesulitan dan masalah yang kita hadapi baik di kehidupan sehari-hari maupun di pekerjaan dengan kesabaran pasti kita akan lebih mudah dan legowo dalam menghadapi masalah tersebut. Dan selalu ingatlah bahwa tuhan tidak akan memberikan kesulitan melebihi kemampuan hambanya.

4.  Tanggung jawab sebagai pemimpin, pelajaran yang bisa diambil dari film ini, ketika sebuah keputusan tersebut harus diambil maka sebagai pemimpin harus bertanggung jawab dengan segala resiko dan konsekuensinya.
Semoga  kedepannya penuh dengan CINTA, KEBAHAGIAAN dan KESUKSESAN untuk kita semua

Senin, 22 April 2013

Cerita Tentang Kenangan Seorang Ibu

Ijinkanlah saya bercerita tentang seorang Mama bagi saya, 

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menjaga toko, menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya menjaga toko dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilan yang trendi. 

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikan pakaian yang bagus-bagus buat anak-anaknya agar terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuh adik perempuanku dari sisa uang belanja bulanannya.

Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Sekarang aku baru menyadari bahwa dia menahan sakitnya untuk dapat melewati hari pernikahanku, ibuku terkena penyakit yang mematikan yaitu kanker rahim. Ibuku selalu berkata akan segera sembuh dari penyakitnya, muzizat pasti nyata. Dia selalu berkata bahwa Tuhan itu baik dan aku harus percaya bahwa dia pasti sembuh, dan entah kenapa aku menjadi percaya dengan iman dan perkataannya.

Setelah aku menikah, diriku disibukan dengan dunia karierku. Mengejar mimpi dalam pekerjaanku untuk mencapai asa yang diimpikan. Aku juga menjadi suami dari seorang istri hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada ibu.

Setelah waktu berjalan tidaklah lama, ibuku terkulai lemas sakit dan seakan menyerah dengan penyakit ganasnya. Rumah sakit, obat dan dokter seakan akrab denganku. Dalam kondisi inilah aku mulai mengerti bahwa seorang ibu yang aku panggil mama sangat berharga bagiku, tidak peduli bagaimana aku tidak mau menyerah akan perjuangan agar ibuku ini bisa sembuh, aku usahakan segalanya entah itu waktu kerjaku, uang dan lainnya.

Ternyata Tuhan lebih meyayangi ibuku, dia memanggilnya.

Sedih... 

Tapi inilah kehidupan ada saatnya datang dan ada saatnya pergi

Mama, aku belajar banyak darimu. Semangatmu, perhatianmu kepada orang lain, kemauanmu dan kepercayaan dirimu. 

Terima kasih atas doa-doa yang kau panjatkan untuk anak-anakmu

Nasehat-nasehatmu, air matamu dan motivasimu

Kangen sekali dengan masakan enakmu, obrolan ringanmu.

Sungguh ketika ibuku telah pergi sangat kehilangan seorang figur mama. Tapi waktu sudah berjalan kini saatnya menciptakan asa yang baru.

Aku harus menjadi anak ibuku yang berhasil, berani bermimpi dan memiliki potensi diri yang mewujudkannya menjadi aset dan menjadi suami yang baik

Bagi kalian yang masih memiliki orang tua yang lengkap, tolong cintai dan hargai mereka, karena merekalah yang merawat kita sejak dari kecil dan kita hidup karena jerih payah doa mereka terutama oleh seorang ibu kita.

Rawatlah mereka di hari tuanya.


--------------------------------

I love you mom....

Mama, thank you atas segalanya yang telah kau berikan selama kau hidup

Juga aku tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas segala support yang diberikan oleh keluarga besarku

Papaku yang selama ini menemani mama semasa hidupnya, semoga aku bisa melengkapi kehidupan papa ketika mama sudah pergi.

Adik-adiku; Pauddia, Victor dan Istriku yang selama ini menjaga dan merawat mama semoga ketika mama telah tiada, semangat mama masih tertanam di hati kita masing-masing.

Pamanku, Eko Kusumo dan Stephen Liestyo. Terima kasih atas support yang diberikan baik dukungan materiil dan doa yang diberikan. Semoga cinta kasih dari mama selalu menjadi kenangan baik buat kita semuanya.

Dan buat teman-teman kantor, gereja, tanggul, probolinggo yang tak bisa aku ucapkan satu-satu. Terima kasih banyak atas dukungannya.

-------------------------

Mengenang mamaku

Lie Siu Lin

1957 - 2012





Cerita Humor Lucu




Cerita lucu memang dapat membuat kita terlupa untuk sesaat akan semua masalah yang sedang kita hadapi di dalam alur kehidupan ini. Dalam cerita lucu banyak sekali cerita gokil yang bisa kita dapatkan untuk menghibur suasana hati yang risau.

Dan Tak jarang dalam kehidupan ini, kita sering menjumpai dengan yang namanya problema hidup atau masalah hidup. Masalah itu bisa kita dapatkan dari segi ekonomi, sekolah, bahkan yang sering kita hadapi biasanya dari segi cinta.

Dalam keadaan dilema cinta atau anak jaman sekarang menyebutnya dengan kata galau. Untuk menghadapi situasi ini bisa kita gunakan cara dengan membaca berbagai cerita lucu atau juga bisa menyimak sebuah pantun lucu.

Membaca cerita lucu tersebut merupakan terapi psikologi kita dalam menghindari atau melupakan masalah yang bisa membuat otak kita stres. Kita tentunya gak menginginkan stress terjadi apalagi menjadi gila hanya gara–gara sebuah masalah.

Memang benar manusia tidak akan terlepas dari yang namanya masalah, tapi alangkah baiknya jika masalah itu kita buat sebagai guru agar kita bisa lebih menjadi dewasa dalam menyikapi semua masalah itu.

Jangan membuat masalah itu menjadi rumit, bisa–bisa kita stress lagi mikirin permasalahan itu. Dan salah satu cara untuk menghindari stres itu kita bisa baca–baca tentang cerita lucu ataupun melihat-lihat gambar lucu.

#1

Pemuda : abang tukang ojeg ya.?
T,ojeg : iya..mas mau kmana.?
Pemuda : kalau ke gank depan brapa bang.?
T,ojeg : oh..cuma lima ribu.!
Pemuda : kalau ke prempatan depan sana brapa.?
T,ojeg : cuma tujuh ribu.!
Pemuda : kalau ke pasar brapa bang.?
T,ojeg : sepuluh ribu aja.!
Pemuda : mmm…kalau ke mall brapa.?
T,ojeg : limabelas ribu,,mas sbnrnya mau naek ojeg gak sih.? *kesal*
pemuda : gak cuma nanya2 aja,soalnya saya mau ngojeg dsini juga..!!
T,ojeg : &%& %….. *nelen helm*

#2

Guru bertanya cita – cita kepada muridnya.
Guru : “Dillah cita- cita kamu apa..?”
Dillah : “jadi polisi bu, kalau ada penjahat yg ganggu ibu aku bisa menembak dan nangkap mereka..! gratis untuk ibu”
Guru : “Dillah ibu jadi terharu, Ferdi kamu jadi apa..?”
Ferdi : “jadi dokter bu, kalau penjahat melukai ibu bisa ku rawat, buat ibu gratis..!”
Guru : “ibu jadi sangat terharu , kalau kamu otong mau jadi apa..?”
Otong : “Tukang gali kubur bu.! kalau Dillah tidak berhasil menangkap dan penjahat berhasil melukai dan ferdi gak berhasil merawat ibu dan ibu meninggal. kan sudah ku sediain kuburan.. Gratistististis untuk ibu.”
Guru dengan kesal dan berkata:
“Dasar kampret keluar dari ruangan sekarang..”
Hahaha….

#3

Di pinggir jalan ada sebuah warung kecil yang menjual beraneka macam gorengan.
Lalu tiba2 sebuah motor berhenti dan seorang pemuda turun hendak beli gorengan.
Bejo : “Mbak…,,berapaan gorenganya??
Pedagang : “Yang mana aja boleh bang, cuman 2000 tiga ko, murah aja.
Bejo : “Wah pantesan murah, dah basi ya semuanya mbak??
Pedagang : “Heeeh…,lu kalau ngomong ati2 ya, gorengan masih anget baru di angkat lu bilang basi..!!(sambil melotot)
bejo : “Tadi kan mbak bilang 2003, sekrang udah 2013, berartikan basi mbak..!!

#4

Suatu siang udin nelpon radio FM
Udin : halo? Radio FM saya barusan nemu dompet di jalan, isinya uang 3juta, kartu kredit, atm card, kartu sim dan voucher
Radio FM : wah kmu jujur skali, jadi kmu mnelpon mau balikin dompet yg kmu tmukan djalan yah?
Udin : NggAk, saya cuman mau request lagu sedih untuk dia yg judulnya “relakanlah” glodak glodak.


#5

Anak 1 : bapak gue sedang motong kayu, ee tangan nya trluka. Darahnya hitam!
Anak 2 : bokap gue jatuh dari genteng, tulangnya hitam woy!
Anak 3 : ah lu smua blm seberapa. Semalam waktu nonton di ruang keluarga, bokap gue kentut! Tiba2 sluruh ruangan jd gelap!



#6

Di suatu tempat yang jauh dari keramaian kota, di desa Garink, terlihat dua anak remaja 15 tahunan sedang ngobrol serius..! #serius beneran nie?#
Boncel : “ron, gue dnger lu lompat dari pesawat tapi gak mati yah..??”
Baron : “iyah, bnr tuh…!”
Boncel : “lha, gmana critanya lu bisa gak mati….? Ajarin gue juga donk…!”
Baron : “gampang kok, tinggal loncat ajah!”
Boncel : “emang brapa tinggi pesawatnya?”
Baron : “satu meter!”
Boncel : “pesawat apaan satu meter?”
Baron : “pesawat televisi itu lho…. :o ”
Boncel : “alamak…. Gud kira beneran T.T”

#7

Pasangan suami istri sedang berkomunikasi :
Ce : Papah liat itu tetangga kita tadi beli kulkas yg 4 pintu!!!
Co : Iya terus kenapa mah?
Ce : Jangan mau kalah atuh pah, nanti kita harus beli yg 6 pintu.
Co : Iya nanti beli mah nanti.
Ce : Terus kemarin bu Diah beli mobil 2 pah.
Co : Kenapa lagi mah? Pengen lagi mobil?
Ce : Iya dong pah pokoknya jangan mau kalah. Tetangga beli kulkas 4 pintu, kita beli yg 6 pintu. Tetangga beli mobil 2, kita beli mobil 3.
Co : Emang mau gitu mah? Tetangga beli 2 mobil, kita harus 3. Tetangga beli kulkas 4 pintu, kita harus 6 pintu. Berarti kalo tetangga punya istri 2, papah harus punya 3 istri?
Ce : Langkahin dulu mayat gua !!!!!:D

#8

“obrolan 3 ibu hamil”
Ada Tiga ibu hamil yang sedang asik ngobrol-ngobrol di pagi hari…..!!!
Ibu Nani : nanti jikalau anak saya sudah lahir… akan saya kasih nama VANNI…soalnya nama bapaknya kan irvan & saya nani…!!!
Ibu Evi : jikalau anak saya sudah lahir… saya akan kasih nama DEVI… so’alnya nama bapknya kan dedi & saya evi…!!!
Ibu Kokom : hanya diam saja?
Lalu ibu nani & ibu evi bertanya kepada ibu kokom… kom kenapa kamu kok diam saja… kalau anakmu nanti sudah lahir mau di kasih nama siapa…???
Ibu Kokom : saya bingung dan saya malu…(hikz..hikz..hikz.. menangis sambil nelen upil)… so’alnya bapaknya kan namanya basri & saya kokom… masak anak saya mau di kasih nama BASKOM?????”

#9

Petruk, Komar, Bagong Dan Semar Baru Aja Pulang Dari Sekolah Dasar Negri…
Dengan Merasa Lelah,,Mereka Menghentikan Jalan nya Dan Istirahat Sejenak Sambil Obrol2… Menceritakan kehebatan Pekerja’an Ortu Nya Masing2…
Petruk : kalian tau gak Klo Pekerja’an Ortu qu Sebagai PROFESOR…Pasti Hebatkan…???
Komar : Baru segitu,,Klo Ortu Qu Pekerja’an Nya Sebagai KONDUKTOR…Pasti Lebih Hebat…!!!
Bagong : alah…sok pamer…Ortu Qu Pekerja’an Nya Sebagai KONTRAKTOR…Lebih Hebat Lagi Dari Pada Kalian…!!!
Semar : Sombong Gitu Kalian Bertiga…Aq Aja Gak Mau Pamer2 Segitu Nya…Sebab Pekerja’an Ortu Qu Begitu Penuh Rintangan Dan Halangan…!!! Penuh Beresiko…
Petruk : Wah…Hebat Donk…Pasti Pekerja’an Ortu Mu Lebih Hebat Donk Dari Pada Kami Ber Tiga…
Semar : Ya Pasti Nya Donk…!!!
Komar : Trus…pasti Gaji Nya Lebih Besar Tuh…!!!
Semar : Ya…Gitu Dech…!!!
Bagong : Emng Apa Sih Pekerja’an Ortu Mu Mar…???
Semar : ” MALING MOTOR ”
WAAADDDOOOOHHHH H…..!!!!???? HAHAHAHAHAHAHA….

#10

Cerita pendek lucu bahasa sunda
Ibu2 Facebooker keur paagul2.
Ibu I : “Ka akun abdi mah nu ngirim pesen via inbox téh aya ratusna.”
Ibu II : “Komo basa abdi ultah, nu ngawilujengkeun kana dinding akun abdi nepi ka rabul.”
Si Onah ngahuleng, da euweuh agulkeuneun manéhna mah, tapi milu nyarita ogé,“Puguh akun abdi mah rék dikontrakkeun tapi teu payu2.”
Ibu I & II: “ Naha?”
Onah : “Arembungeun meureun da di jerona ngabugbrug carita bohong wungkul!”

#11

Sardung: “Baheula mah barang nu dianggap anéh téh radio, nepi ka tatangga daratang ka imah nu bogaeun radio, rék milu ngadéngékeun siaranana.”
Onah : “Tuluy torojol TV. Najan harita ngan ukur TV hitam putih, pada ngarogrog ku nu teu barogaeun.”
Sardung : “TV geus teu anéh diganti ku internét. Di mamana boh budak boh kolot ngan OL jeung OL wé.”
Onah : “Mun internét geus teu anéh bakal diganti ku naon nya?”
Sardung : “Sigana mah bakal balik deui ka jaman baheula, boh budak boh kolot bakal ngariung deui hawu bari marubuy sampeu atawa mareuleum opak.”

Semoga kumpulan cerita humor lucu terbaru diatas dapat menghibur disaat anda lagi sumpek menghadapi setumpukan aktifitas yang dapat diatasi dengan membaca cerita lucu humor tersebut.


Kamis, 18 April 2013

Jangan Anggap Keledai Bodoh

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.




Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.

Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.

Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!


Pelajaran Hidup

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.

Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!


Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.

3. Hiduplah sederhana.

4. Berilah lebih banyak.

5. Berharaplah lebih sedikit.

6. Tersenyumlah.

7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Rabu, 17 April 2013

Elang dan Kalkun

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.


Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.

Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…

Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.